Untuk menentukan berapa diameter lubang silinder dengan lebih teliti yaitu menggunakan alat Cylinder Bourgauge. Bagi yang baru pertama kali melihatnya, alat ini lebih mirip seperti kompas yang ada batangnya. Tapi itu salah, sebenarnya alat ini merupakan perpaduan beberapa alat pengukuran seperti dial indikator.
Adapaun ketelitian yang bisa diukur oleh dial indikator yaitu 0,01 mm. Dengan menggunakan alat ukur ini, seorang teknisi biasanya bisa mengetahui berapa keausan pada lubang silinder, ketirusan dan keovalan. Hasil pengukuran ini nantinya menentukan apakah lubang silinder tersebut masih layak digunakan atau sudah over size ( boring).
Baiklah untuk menggunakan alat ini sebenarnya sangat mudah dan sederhana, dengan catatan anda sebelumnya sudah bisa membaca alat ukur seperti jangka sorong, mikrometer dan dial indikator. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
I. Kita ukur diameter diameter dalam cylinder dengan menggunakan jangka sorong
II. Lihat angka dibelakang koma ,angka pengukuran .Apakah lebih besar dari 0,50 mm atau lebih kecil dari 0,50 mm
Contoh: -Hasil pengukuran 52,30 mm(<0,50 mm)
Replacement rod =50 mm
Replacement washer =2 mm
-Hasil pengukuran 52,70 mm(>0,50 mm)
Replacement rod =50 mm
Replacement washer =3 mm
III. Apabila hasil yang diambil misalkan 53 mm,maka kita sheting mikrometer ke 53,00 mm dan cylinder bourgauge kita nol kan .
![]() |
| Cara mensetting cylinder bourgauge pada mikrometer |
![]() |
| Cara pengukuran yang benar |



Belum ada tanggapan untuk "Cara Mudah Menggunakan Cylinder Boregauge"
Post a Comment